Minggu, 24 Januari 2016

Pikiran terbuka itu bukan hanya tentang kemampuan dalam menerima hal yang baru dan berbeda saja, tetapi, menerima bahwa tiap orang memiliki pikiran berbeda (bahkan mengenai kita) juga adalah berpikiran terbuka. 
Tiap manusia menjalani proses yang berbeda, Sheila, 
karena itu pula apa yang dipahami dan cara memahami hal pun jadi berbeda. 

Kataku padaku sore itu.

Nowa Rodzina w Krakowie

Forum Warga Indonesia Kraków
dalam acara Dzień Indonezji

Menemukan keluarga baru saat tengah jauh merantau adalah keberuntungan lain yang Tuhan berikan untukku. 

Rumah adalah tempat di mana kita bisa merasakan kekeluargaan, meski tidak ada ikatan pertalian darah. Dan aku bersyukur bisa menemukan rumah keduaku di sini.

Dziękuję bardzo, moja nowa rodzina! 


What goes around, comes around
Keep your circle positive
Speak good words
Think good thoughts
Do good deeds


Writing is, indeed, a therapy. 
- Sheila Nurfajrina

Witamy w Polsce, Sheila!

Akhirnya setelah sekian lama, timbul lagi keinginan untuk sekedar menuangkan pengalaman dalam tulisan. Semoga Sheila di masa depan menyadari dan selalu ingat betapa baiknya Tuhan dan alam semesta menyiapkan kejutan kejutan dalam hidupnya.

Polandia, 28 September 2015.

Adalah kali pertama dia menginjakkan kakinya di Polandia. 

Chopin Airport, Warsaw


Pintu masuk kedatangan baru saja dibuka.

Perjalanan yang melelahkan, menghabiskan waktu 12 jam di udara ditambah transit 4 jam di Doha. Tas ransel coklat yang sejak tadi dia bawa rasanya semakin berat saja. Kedua matanya yang masih kaget melihat terangnya cahaya lampu bandara Chopin sibuk mencari di mana dia bisa mengambil bagasi. Langkahnya berjalan semakin cepat begitu melihat deretan tas koper milik penumpang bergerak keliling mengitari bolak-balik, menunggu untuk diambil pemiliknya. Dan dia pun ikut menunggu, menghampiri si koper ungu agar bisa segera berangkat ke Kraków, kota cantik nomor satu di Polandia. 

Sebuah kota yang akan menjadi rumah pertamanya di Benua Biru.

Perjalanan belum berakhir. Setelah 16 jam perjalanan dari Jakarta ke Warsawa, ia dan dua temannya Sahl dan Wibby, harus menempuh perjalanan lagi selama 5 jam untuk sampai di Kraków. Mereka, ditemani seorang wanita Indonesia baik hati yang dengan sigap menyuruh mereka untuk segera menuju terminal bus, agar tidak ketinggalan bus yang akan membawa mereka ke kota cantik Kraków. Mbak Sylvi - nama wanita itu - adalah orang Indonesia pertama yang mereka temui di Polandia. Keramahan khas Indonesia masih saja bisa dirasakan darinya meskipun ia telah bertahun-tahun tinggal di Polandia.


Bus Station, Warsaw

Menempuh 5 jam lagi? tidak menjadi masalah baginya karena bus merah yang mereka naiki sangat nyaman, ditambah hamparan pemandangan yang sama sekali baru untuk mereka.

Deretan rumah tradisional eropa dengan dinding kayu, cat warna warni dan cerobong asap menjadi pemandangan yang tidak membosankan baginya. Sesekali di antara deretan rumah-rumah itu, dia melihat kapel kecil yang cantik. 

Setelah menghabiskan satu sandwich keju, satu kotak jus apel, es krim coklat dan biskuit - yang semuanya diberikan oleh petugas bus wanita baik hati berambut pirang - akhirnya mereka pun sampai di Kraków. Angin dingin yang menerpa pipi membuatnya merapatkan jaket biru tua yang ia kenakan sejak keberangkatannya dari Indonesia. Penyesuaian dengan suhu udara di bawah 10 derajat Celcius memang butuh waktu, pikirnya.

Bus Station, Kraków

Tak lama setelah turun dari bis, seorang wanita berjilbab abu-abu menghampiri mereka. Teh Risya melambai dari kejauhan, diiringi tatapan heran orang-orang di sekelilingnya. Dan tatapan yang sama pun tertuju pada Sheila, yang mencoba untuk tidak ambil pusing soal hal itu. 

Tenanglah, Tuhan menciptakan perbedaan agar kamu bisa mengerti betapa ciptaanNya itu rimba raya, kaya, dan bermacam rupanya. Agar kamu bisa saling belajar. Syukuri dan nikmati saja.

Sambil melangkahkan kakinya dengan cepat, ia mengejar teman-temannya yang sejak tadi sudah bergerak menuju halte bus terdekat untuk bisa segera sampai ke asrama. Ia bergegas, mendorong pintu keluar di depannya dengan sekuat tenaga, pintu kaca yang bertuliskan; Witamy w Polsce!

Selamat datang di Polandia!

Jumat, 18 Desember 2015

Morskie Oko, 1395 Mdpl



Morskie, Oko. Zakopane
06 December 2015


[Hening]

Hening adalah caraku untuk mendekat 
hingga tiada lagi suara terdengar dari dalam diriku

Namun jika aku masih mendengarnya, Tuhan
apakah karena mungkin,
aku masih jauh?

- Sheila Nurfajrina
Seseorang yang berjiwa bebas,
dengan segenap ingatan dan juga ketakutannya.
Adalah sebatang tetumbuhan air
yang rantingnya membelokkan deras air sungai.

- Nadezhda Mandelstam

Terkadang, kamu harus jatuh untuk bisa mengerti bagaimana rasanya bangkit . Dan mungkin, hancur, untuk mengerti bagaimana rasanya menjadi utuh.

- Sheila Nurfajrina
Pikiran manusia adalah semesta, 
sedangkan hatinya adalah rimba raya.

- Sheila Nurfajrina